20Feb
Dalam praktik sehari-hari, administrator Proxmox VE sering membutuhkan media penyimpanan tambahan di luar disk internal server. Salah satu solusi yang paling mudah dan murah adalah menggunakan external USB drive, baik berupa HDD, SSD, maupun enclosure USB.
Pada Proxmox VE, USB drive tidak otomatis menjadi storage. Drive tersebut harus:
Sebelum masuk ke konfigurasi, penting memahami konsep dasar storage di Proxmox:
Disk dimount langsung ke sistem Proxmox. Ini adalah pendekatan yang paling stabil dan direkomendasikan untuk USB drive.
Disk diberikan sebagai virtual disk ke VM. Tidak cocok untuk USB drive kecuali kasus khusus.
Menggunakan bind mount dari host ke container.
Dalam konteks USB drive, mounting di host adalah pendekatan terbaik, karena:
Jenis Perangkat:
File System yang Umum Digunakan:
Jika USB drive didedikasikan untuk Proxmox, disarankan untuk memformat ke ext4.
Setelah USB drive dicolokkan ke server Proxmox, langkah pertama adalah memastikan sistem mengenalinya.
Akan terlihat semua perangkat storage yang terhubung ke server.
Sebagai contoh, USB drive yang digunakan adalah sdb1.
2. Untuk memastikan detail perangkat dan file system, jalankan perintah “blkid”.
Akan terlihat UUID dan tipe file system yang digunakan pada setiap partisi.
Tidak disarankan menggunakan block device seperti /dev/sdb1 karena bisa berubah. Gunakan UUID untuk mounting permanen.
PERINGATAN: Langkah ini akan menghapus seluruh data.
Jika ingin menggunakan USB drive khusus untuk Proxmox seperti yang direkomendasikan sebelumnya:
mkfs.ext4 /dev/sdXX (Ganti sdXX dengan block device dari USB drive seperti /dev/sdb1).
Jalankan kembali perintah “blkid”untuk mendapatkan UUID baru.
Mount point adalah direktori tempat USB drive akan diakses.
Buat mount point dengan perintah:
mkdir –p /mnt/usb-backup
Penamaan mount point sebaiknya jelas dan konsisten, misalnya:
Sebelum membuat mount permanen, lakukan mount manual terlebih dahulu dengan perintah berikut:
mount /dev/sdXX /mnt/usb-backup
(Ganti sdXX dengan block device dari USB drive seperti /dev/sdb1).
Untuk verifikasi, masukkan perintah “lsblk”.
Jika berhasil, pada block device USB drive (sdb1) akan terlihat mount point yang telah dibuat sebelumnya (/mnt/usb-backup).
Membuat Mount Persisten dengan fstab
Tanpa konfigurasi ini, USB drive akan hilang setelah reboot.
nano /etc/fstab
Hal yang perlu diubah:
UUID=… : Gunakan UUID sesuai yang tertulis saat menjalankan perintah blkid.
exfat : Ganti sesuai dengan file system yang digunakan (Seperti ext4 jika menggunakan file system Ext4)
0 0: Jika menggunakan ext4 ganti dengan 0 2
3. Masukkan perintah berikut:
mount –a
systemctl daemon-reload
Jika tidak ada error, konfigurasi aman.
Agar USB drive bisa digunakan oleh Proxmox, storage harus didaftarkan secara manual.
Langkah di Web UI:
Isi:
Klik Add.
Setelah terkonfigurasi, USB drive dapat digunakan sebagai media penyimpanan backup VM/CT, dengan cara:
2. Untuk menyimpan ISO
USB drive juga dapat digunakan sebagai media penyimpanan ISO, berikut langkah-langkahnya:
Mounting external USB drive di Proxmox VE merupakan solusi praktis untuk menambah storage tambahan, terutama untuk kebutuhan backup, ISO image, dan penyimpanan data sekunder. Meskipun Proxmox tidak dirancang khusus untuk mengandalkan USB sebagai storage utama, dengan konfigurasi yang tepat USB drive tetap dapat digunakan secara aman, stabil, dan terkontrol.
Kunci utama keberhasilan konfigurasi terletak pada beberapa prinsip dasar: USB drive harus dimount di level host, menggunakan UUID agar mount bersifat persisten, serta ditambahkan secara resmi ke Proxmox melalui Directory Storage. Penggunaan file /etc/fstab dengan opsi yang benar—termasuk nofail—sangat penting untuk mencegah masalah saat boot jika USB drive tidak terpasang.
Pemilihan filesystem juga berperan besar. ext4 direkomendasikan untuk stabilitas jangka panjang di lingkungan server, sementara exFAT lebih cocok untuk kebutuhan interoperabilitas dengan Windows atau macOS, dengan catatan penggunaannya dibatasi pada data pasif dan backup. USB drive sebaiknya tidak digunakan sebagai lokasi disk VM aktif atau workload dengan I/O tinggi.
Dengan memahami alur mulai dari deteksi perangkat, pengambilan UUID, mounting manual, pembuatan mount persisten, hingga integrasi ke Proxmox GUI, administrator dapat menghindari kesalahan umum yang sering terjadi pada konfigurasi storage berbasis USB. Pada akhirnya, external USB drive sebaiknya diposisikan sebagai pelengkap storage utama, bukan pengganti, dan digunakan sesuai dengan karakteristik serta keterbatasannya.
Jika diterapkan mengikuti panduan ini, penggunaan external USB drive di Proxmox VE akan menjadi sederhana, aman, dan dapat diandalkan untuk kebutuhan operasional sehari-hari.
Hemat energi dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, salah satunya adalah menghemat penggunaan listrik komputer dengan jalan otomatisasi Shutdown Komputer... read more
Tak terasa sudah sebulan akhir ini saya cukup disibukkan dengan urusan bisnis toko alat listrik saya yang baru :) Dan... read more
Selamat Datang bagi semua pengunjung MITRATEK yang sampai saat ini masih setia untuk membaca berbagai postingan kami, dan kali ini... read more
Demi meningkatkan layanan kami kepada pelanggan, juga meningkatkan penjualan Web Hosting & Web Desain, kami melakukan terobosan baru untuk meningkatkan... read more
Mesin absensi telah menjadi alat yang sangat penting dalam manajemen kehadiran karyawan di berbagai perusahaan atau pun kehadiran siswa &... read more
Guna meningkatkan pelayanan dan bentuk terima kasih kami kepada semua Pelanggan MITRATEK, kami mengabarkan bahwa Aplikasi Mitra SMS terdapat fitur... read more
Tentang Digital School Collaboration System Digital School Collaboration System atau di sebut juga dengan Sistem Kolaborasi Sekolah Digital adalah Platform yang... read more
Halo Sahabat MITRA berjumpa lagi dengan kami di Website MITRATEK yang edukatif ini, dan di artikel kali ini Mitratek bakalan share salah satu produk baru... read more
DCP-J100, J105 DAN J200 Memfasilitasi keluhan beberapa pelanggan perihal kesulitan pemasangan cartridge CISS (continuous ink support system) untuk printer Brother DCP-J100,... read more
Terkadang kita masih membutuhkan Remote Desktop untuk kita akses dari public internet. Port number standart dari Remote Desktop adalah 3389,... read more
Leave a Reply